Visi dan Misi

Visi dan Misi

• Visi

MEWUJUDKAN SULAWESI TENGGARA SEJAHTERA, MANDIRI DAN BERDAYA SAING TAHUN 2013 – 2018

 Pernyataan visi sebagaimana dikemukakan mengandung makna dan implikasi sebagai berikut :

Sulawesi Tenggara adalah merupakan salah satu Provinsi yang terdiri atas jazirah dan kepulauan dengan potensi sumberdaya alam yang melimpah baik sumberdaya daya yang dapat diperbaharui (renewable resources) di sektor kelautan, kehutanan, pertanian dalam arti luas serta sumberdaya yang tidak dapat diperbaharui (unrenewable resources), seperti pertambangan. Sumberdaya yang tersedia, seharusnya memiliki nilai tambah sehingga dapat memberikan kesejahteraan dan mendukung daya saing masyarakat Sulawesi Tenggara, sehingga memungkinkan terjadinya kemandirian daerah.

Oleh karena itu diperlukan upaya-upaya konkrit, sistematis dan lebih terfokus untuk memanfaatkan sumberdaya daya yang tersedia melalui peningkatan nilai tambah, dalam upaya meningkatkan dan mempercepat terwujudnya kesejahteraan masyarakat.

Lima tahun ke depan, periode 2013 – 2018, akan terus dilakukan upaya-upaya konkrit berupa peningkatan nilai tambah  sumberdaya alam agar terwujudnya kesejahteraan, kemandirian dan daya saing masyarakat dan daerah ini.

Kesejahteraan mengandung makna keamanan dan keselamatan, kesenangan hidup dan kemakmuran. Sedang sejahtera yang merupakan kata dasar dari kesejahteraan mengandung makna aman, sentosa dan makmur, selamat, terlepas dari segala kesukaran serta selamat tak kurang satu apapun.

Mandiri mengandung makna tidak adanya ketergantungan pada orang lain. Mandiri juga mengandung makna sebagai bentuk pembelajaran untuk menuju proses pendewasaan dalam berpikir. Belajar untuk tidak tergantung dalam hal apapun meski saat lain dalam kondisi yang tidak memungkinkan masih bisa dibantu pada saat mendapat kesulitan.

Sulawesi Tenggara adalah daerah yang kaya akan sumberdaya alam dan memiliki sumberdaya manusia yang berkualitas. Dalam konteks visi pembangunan Sulawesi Tenggara, kemandirian yang dimaksud adalah terciptanya kemampuan putra-putri dan masyarakat Sulawesi Tenggara untuk memproduksi, mengolah dan menghasilkan produk dengan teknologi tinggi dalam rangka meningkatkan nilai tambah dengan berorientasi pada pasar regional, nasional dan internasional. 

Daya Saing mengandung makna memiliki kemampuan, dan atau kekuatan, adalah satu kemampuan berdasarkan potensi yang ada untuk bersaing,  memiliki keunggulan komparatif dan kompetitif. Dalam konteks pembangunan Sulawesi Tenggara maka produk yang dihasil harus dapat unggul secara kualitas, efisien proses produksi dan dapat bersaing di tingkat regional, nasional dan internasional.

Berkaitan dengan pernyataan visi pembangunan lima tahun ke depan maka MEWUJUDKAN KESEJAHTERAAN, MANDIRI DAN BERDAYA SAING  dimaksudkan untuk mensejahterakan masyarakat melalui upaya konrit berdasarkan kemampuan dan kekuatan yang dimiliki serta potensi sumberdaya alam dan sumberdaya manusia yang berkualitas, dengan mengutamakan pendekatan yang bertumpu pada pembangunan manusia (people centred), pembangunan pusat-pusat pertumbuhan (growth centred development) dan pengembangan kawasan tumbuh cepat serta pembangunan yang inklusif, berkelanjutan (sustainable development) serta mengarusutamakan gender (Gender Mainstreaming).

Sebagaimana diketahui bahwa melalui beberapa pendekatan pembangunan yang telah dilakukan oleh para pendahulu, maka secara visual  Sulawesi Tenggara bukanlah termasuk Provinsi yang tertinggal, karena beberapa komoditas yang berasal dari Sulawesi Tenggara telah dikenal di pasar nasional bahkan di pasar Internasional. Beberapa infrastruktur penting seperti bandara, pelabuan kontener, rumah sakit telah terbangun dengan kualifikasi tinggi. Tetapi dilain pihak harus juga diakui bahwa ada beberapa sektor yang masih perlu dikembangkan agar dapat mengejar ketertinggalan atau menyamai provinsi lainnya yang telah berkembang.

Pembangunan yang telah dilaksanakan selama ini, telah memberikan manfaat dalam pengembangan daerah dan juga pembangunan kesejahteraan masyarakat.

 

Oleh karena itu periode pembangunan Sulawesi Tenggara 2013 – 2018, merupakan periode untuk MEWUJUDKAN SULAWESI TENGGARA  SEJAHTERA, MANDIRI DAN BERDAYA SAING  TAHUN 2013 – 2018



• Misi

  1. Peningkatan kualitas Sumberdaya Manusia,
  2. Pembangunan Ekonomi,
  3. Revitalisasi Pemerintahan Daerah,
  4. Memantapkan Pembangunan Kebudayaan Daerah serta
  5. Percepatan dan Pemerataan Pembangunan Infrastruktur Kewilayahan dan Kawasan Strategis.

Secara singkat maksud pelaksanaan Misi/Agenda Utama Pembangunan tersebut adalah sebagai berikut :

  1. Peningkatan Kualitas Sumberdaya Manusia; dimaksudkan untuk meningkatkan kualitas pendidikan, kesehatan serta iman dan taqwa.
  2. Pembangunan Ekonomi; dimaksudkan untuk membangun perekonomian masyarakat secara nyata melalui usaha-usaha pragmatis dengan mendorong pembangunan sektor riil, dan meningkatkan nilai tambah berdasarkan potensi yang berada di sekitarnya.
  3. RevitalisasiPenyelenggaraanPemerintahan Daerah; dimaksudkan untuk menciptakan pemerintahan yang berorientasi pada pelayanan kepada masyarakat, pemerintahan yang transparan dan akuntabel, serta aparat pemerintahan yang lebih bersifat mengayomi masyarakat serta bersih dari praktek-praktek kolusi, korupsi dan nepotisme
  4. Pembangunan Kebudayaan; dimaksudkan untuk memperkokoh identitas dan jati diri,  mengembangkan rasa perasatuan dan kesatuan, sumber inspirasi pembangunan serta mendorong sektor pariwisata yang berorientasi pada pengembangan sumberdaya potensi budaya setempat.
  5. Percepatan dan Pemerataan  Pembangunan Infrastruktur Kewilayahan dan Kawasan Strategis.; dimaksudkan untuk mengembangan infrastruktur wilayah secara terpadu, mengembangkan infrastruktur perekonomian yang mampu menciptakan pusat-pusat pertumbuhan dan simpul-simpul perekonomian  serta pembangunan infrastruktur kawasan strategis untuk mendukung peningkatan nilai tambah sumberdaya alam.

 

Dalam rangka percepatan pembangunan kesejahteraan, kemandirian dan daya saing maka pemerintah Sulawesi Tenggara kan tetap melaksanakan program utama Bangun Kesejahteraan Masyarakat atau BAHTERAMAS dengan 3 program pokok yaitu Pembebasan Biaya Operasional Pendidikan, Pengobatan Gratis dan Pemberian Dana Block Grant dan Bantuan Keuangan kepada Desa, Kelurahan dan Kecamatan. Sesua dengan konsep reposisi BAHTERAMAS, makabeberapa penekanan dalam pelaksanaan program pokok adalah sebagai berikut:

  1. Program pokok Pembebasan Biaya Operasioanal Pendidikan akan tetap pada kebijakan RPJMD Provinsi Sulawesi Tenggara Tahun 2008-2013, dengan memfokuskan kepada Program Cerdas Sultraku dalam periode Tahun 2013-2018.
  2. Program Pengobatan Gratis akan tetap dilaksanakan layanan Pengobatan individu sampai dengan rawat inap Kelas III seperti yang dilakukan pada periode Tahun 2008-2013 dengan memfokuskan pemberian dana Block Grant kepada Puskesmas untuk melayani pasien miskin dalam wilayah kerjanya.

Bantuan Keuangan bagi Kecamatan, Kelurahan danDesa tetap menyediakan dana administrasi bagi pemerintahan Desa sedang dana BPR akan dilakukan dalam bentuk penyertaan modal. Selebihnya dana blok grant ditujukan untuk pembangunan infrastruktur dan klaster ekonomi sesuaitupoksi SKPD yang bersangkutan.